Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 2! (Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya, #2)

Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya Buku ini adalah sekuel buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya yang mendapat respon heboh masyarakat dengan menjadi best seller di Indonesia selama bertahun tahun Tak heran majalah Spritually and Hea

  • Title: Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 2! (Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya, #2)
  • Author: Ajahn Brahm
  • ISBN: 9786028194549
  • Page: 158
  • Format: Paperback
  • Buku ini adalah sekuel buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya yang mendapat respon heboh masyarakat dengan menjadi best seller di Indonesia selama bertahun tahun Tak heran majalah Spritually and Health di Amerika mengomentari buku ini sebagai salah satu buku spritual terbaik.Dalam buku ini, Ajahn Brahm menginspirasi kita untuk menyikapi kerentanan raga, perubahan, nodBuku ini adalah sekuel buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya yang mendapat respon heboh masyarakat dengan menjadi best seller di Indonesia selama bertahun tahun Tak heran majalah Spritually and Health di Amerika mengomentari buku ini sebagai salah satu buku spritual terbaik.Dalam buku ini, Ajahn Brahm menginspirasi kita untuk menyikapi kerentanan raga, perubahan, noda batin dengan cinta tanpa ego, damai tanpa syarat, agar menjadi pribadi yang arif dan memiliki hati bebas lepas Buku ini sarat kiat dan siasat untuk menyelancari ombak kehidupan melalui 108 lagi cerita yang makin mencerahkan.

    • Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 2! (Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya, #2) « Ajahn Brahm
      158 Ajahn Brahm
    • thumbnail Title: Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 2! (Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya, #2) « Ajahn Brahm
      Posted by:Ajahn Brahm
      Published :2019-06-18T11:44:48+00:00


    About “Ajahn Brahm

    • Ajahn Brahm

      Ajahn Brahmavamso Mahathera lovingly known to most as Ajahn Brahm was born Peter Betts in London, United Kingdom in August 7, 1951 He came from a working class background, and won a scholarship to study Theoretical Physics at Cambridge University in the late 1960s After graduating from Cambridge he taught in high school for one year before travelling to Thailand to become a monk and train with the Venerable Ajahn Chah Bodhinyana Mahathera.Whilst still in his years as a junior monk, he was asked to undertake the compilation of an English language guide to the Buddhist monastic code the Vinaya which later became the basis for monastic discipline in many Theravadan monasteries in Western countries.



    846 thoughts on “Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 2! (Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya, #2)

    • Ajahn Brahm, sarjana fisika teoretik dari Inggris yang bertualang ke Thailand untuk belajar Buddhisme dan kemudian mendirikan wihara di Australia, berbagi 108 cerita pendek yang inspiratif, motivasional, kadang bikin trenyuh, dan seringnya bikin ngakak.Brahm berusaha mencerahkan batin pembaca bukan dengan teori ataupun dogma yang cenderung menggurui, melainkan lewat kisah pengalaman orang lain, dirinya sendiri, maupun fabel. Ini pendekatan yang tepat untuk buku motivasional. Orang yang butuh mot [...]


    • wow, ada 3 buku bertopik Ajahn Bhrams yang saya beli dan letakkan di lemari buku saya, 2 diantaranya saya baca sampai habis, satunya saya selesaikan di tengah. karena isinya hanya jurnal perjalanan dengan tata bahasa yang buat saya tidak terlalu menarik. apakah hal itu bisa membuat saya menjadi fans resmi Ajahn Bhrams, tidak juga sih pokoknya selama beliau menjauhi keduniawian saya akan sangat mengaguminya.Apa yang membuat saya membeli buku ini dengan semangat, kabarnya kala itu buku ini baru tu [...]


    • cerita-ceritanya sangat menarik dan saya pikir dapat saya aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi saya tidak bisa mengingat semua pesan yang disampaikan melalui tiap cerita. Kemudian terpikir untuk menulis pesan moral dari masing-masing cerita dalam 1-3 kalimat. Saya berharap agar ke-108 x 3 pesan itu dapat dibaca dalam waktu yang singkat serta lebih mudah mengingatkan saya tentang suatu pertimbangan bagaimana sebaiknya saya bereaksi terhadap situasi, kondisi, dan peristiwa tertentu.


    • Siapakah orang yang paling penting ? Kapankah waktu yang paling penting ?Orang yg paling penting adalah orang yang sedang bersamamu, diwaktu yang paling penting, yaitu saat ini



    • Bukan jenis buku yang bakal saya beli sendiri. Bukan masalah beli, tapi saya pun jarang membaca buku yang bersifat memberi motivasi. Tapi buku ini disodorkan sepupu saya yang baru balik dari pelatihan kantornya. Berhubung lagi ga ada bacaan lain, boleh juga deh saya baca, hueheheIni kumpulan kisah seorang bule Inggris yang merupakan salah satu lulusan terbaik Universitas Cambridge pada masanya yang kemudian menjalani pilihan hidupnya menjadi seorang bikhu Budha. Ya, si Ajahn Brahm ini. Secara um [...]


    • Buku ini terbagi menjadi 9 pokok bahasan, yang terdiri dari Raga yang Rentan, Menerima Perubahan, Pukat Kelekatan, Penolakan terhadap Dunia, Batin yang Keliru, Cinta Tanpa Keakuan, Damai Bahagia Tanpa Syarat, Arti Menyikapi Kehidupan, Hati Bebas Lepas. Dalam tiap pokok bahasan, berisi kisah-kisah yang akan membuka pintu hati kita dalam melihat hal-hal di dunia ini yang selama ini tidak terlihat karena keegoisan hati kita.Kelebihan buku ini adalah gaya bahasanya tidak membosankan karena di tulis [...]


    • Ini dia buku yang kedua. Aku beli barengan sama yang pertama.Dari segi format tidak banyak perbedaan. Bahkan kisah-kisah yang disajikan sama-sama berjumlah 108 dengan tingkat inspiratif yang sama persis dengan buku pertama. Itu artinya, Brahm memang memiliki banyak sekali bahan cerita kan. Hal itu jelas membuat aku penasaran: apakah masih banyak juga kisah-kisah inspiratif yang belum dibukukan? Mungkin pengalamannya memang luar biasa banyak. Sebagai motivator internasional, Brahm pastilah punya [...]


    • Satu lagi buku penuh pencerahan dari Ajahn Brahm. Masih tetap berisi 108 cerita yg mempesona, menghibur, menginspirasi tapi juga menyentil sekaligus Kalau pada buku pertama bagian yg paling mempengaruhi hidup saya adalah kata2 "Ini juga akan berlalu" maka dari buku kedua ini bagian cerita tentang Winnie the Pooh & Piglet (yup, saya gak salah tulis he3x) benar2 merubah cara pandang saya terhadap masa yang akan datangCukup disayangkan ada bagian dari buku pertama yg diceritakan ulang pada buku [...]


    • Sekali lagi, buku yang banyak memberikan pencerahan sekaligus motivasi bagi pembaca. Memang benar sih, buku ini bermanfaat bagi pembacanya, bohong saja kalau ada yang bilang tak mendapatkan manfaat apa-apa setelah membaca buku ini :pBerbeda dengan buku pertamanya yang lebih banyak memberi hikmah lewat cerita singkat, di buku ini Ajahn Brahm menyadarkan lewat banyak pengajaran, meditasi dan motivasi. Walaupun ada beberapa kisah yang menggetarkan jiwa. Ajahn Brahm juga tidak banyak menuturkan kisa [...]


    • Antara tertawa dan menangis bacanyaBelajar memahami sifat pemberontak dalam diri, memberontak demi kebahagiaan. Everyone could do anything to let me down, tapi aku tidak akan membiarkan seorang pun mengambil kebahagiaanku. Itulah pemberontakan sebenarnya :)Benar-benar memahami arti mencintai diri sendiri itu apa, dari buku ini *yes weird* Dan berusaha menjadi sahabat terbaik bagi diri sendiri, berhenti membandingkan apapun yang sudah terjadi, dan memahami pola diri sendiri.Saat kita dapat membeb [...]


    • Sudah sering liat buku ini di perpustakaan. Sering terambil karena liat judul dan covernya. Tapi pas liat isinya semacam buku motivasi, dibalikin lagi deh ke rak. Akhirnya untuk kesekian kalinya bolak-balik ambil dan balikin, akhirnya saya pinjam juga. Dan ternyata isinya bagus. Nyesal kenapa ga pinjem dari dulu. Ada 108 kisah yang membuka pintu hati. Ada beberapa kisah yang sudah pernah saya dengar sebelumnya. Dan ada beberapa kisah yang tepat kena sasaran.Yang paling berkesan adalah cerita "Em [...]


    • Tadinya saya mau ngasih 5 bintang, tapi sayang di buku yang saya beli ini ada kesalahan pengetikan biasa lah manusia OCD kalau lihat salah ketik langsung gelisah, hahahaDi buku 'Si Cacing' yang kedua ini Ajahn Brahm kembali memberikan 108 kisah yang menarik, meskipun saya merasa di buku yang kedua ini 'unsur Buddhisme'-nya lebih terasa. Ada yang diungkapkan secara eksplisit, tapi ada juga yang nggak ditulis tapi kerasa banget nuansa Buddha-nya. Ini beda dengan buku pertama yang bersifat lebih un [...]


    • Pertama kali papa nyodorin buku ini di suatu hari berlokasi di Ratu Plaza, reaksi gw adalah WTH?? Ngapain gw baca2 buku ttg kotoran, gw pikir ini adalah another book mengenai pencernaan lagi kan, soalnya sebelumnya memang papa ngasi buku ttg enzim gituhehe Ga taunyaaa, buku ttg hidup toh! Menginspirasi bangettt and soo true! Pengen baca berulang-ulang biar inget terus :) Is this makes me a buddhist then :p


    • Saya sudah kehabisan kata2 untuk mendeskripsikan isi buku ini.Saya mengikuti terus buku serial Si Cacing ini dari yg pertama sampai yg kedua. (termasuk catatan buku perjalanan tour Ajahn Brahm di Indonesia).Buku ini sangat menginspirasi dan telah mengubah saya utk mnjadi lbh dan lbh baik lagi dibanding yg sblm-sblmnya. :)Dan ada buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 3!


    • I still like this book, the story and life advice in this book are something good and simple those we somehow hardly see. This book has already revealed them with simple and funny way. Some stories actually I ever heard before, but by reading this book, I am refreshed and the lessons become more implanted in mind.


    • Mengorek batin Anda lebih dalam lagi. Lebih banyak unsur dasar Buddhisme di dalamnya. Namun demikian, cerita-ceritanya tetap menggelitik tawa. Sebuah bacaan lanjutan dari buku pertamanya yang lebih berat untuk dicerna.


    • Memang lebih 'berat' dari buku sebelumnya, tapi nafas: 'Jangan biarkan orang merenggut kebahagiaan kita' terasa sangat menyegarkan. Saya semakin yakin jika para hedonis yang mengklaim mereka menikmati hidup dan pemujua kebahagiaan akan iri setengah mati melihat para biksu. Buku yang menghibur


    • Melalui buku ini, Ajahn Brahm mengubah perspektif saya mengenai rasa takut, rasa sakit, pemberian maaf kepada diri sendiri dan orang lain. Beberapa kisah disajikan secara humoris, itu benar-benar menghibur saya. Terima kasih, Ajahn Brahm.


    • Awal2nya saya ragu karena yang nulis biksu. apa ada doktrin agama tertentu di buku ini. tapi kemudian saya baca review dari seseorang , kira2 begini "dibaca tua muda , dibaca agama manapun" yasudah akhirnya saya beli. Saya nggak salah. Memang amazing buku ini ! Buku yang patut dibaca !


    • Seperti biasa, buku yang ringan dan membuat saya tersenyum. Sambil menimba air, ternyata dapat ilmu juga. Thanks Ajahn Brahm!






    • Sangat inspirati, lucu dan mengharukan, bagian puisi untuk bunda sangat menyentuh yang ternyata karya adolf hitler



    • lumayan, tapi karena udah tau jenis dan cara nyritaainnya jadi yang ke tiga agak ragu belinya, hehehe.




    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *